Monday, June 18, 2007

SISTEM SOSIAL DAN POLITIK

A. PENDAHULUAN

1. DEFINISI GLOBALISASI

Kata globalisasi diambil dari kata “global” yang maknanya adalah universal. Namun globalisasi belumlah memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja ( working definition ), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandang globalisasi sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas- batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Namun ada pula asumsi yang mengatakan bahwa globalisasi merupakan konnspirasi elite Barat untuk mengukuhkan tirani swasta di seluruh dunia.

2. PERKEMBANGAN GLOBALISASI

Globalisasi dapat digeneralisasikan sebagai kapitalisme global( globo- capitalisme ). Pasar yang diklaim memiliki konsep yang netral, ternyata hanya sebagai kedok atau hanya nama lain dari kapitalisme. Kalau dulu bernama kapitalisme internasional, sekarang berubah nama menjadi kapitalisme global, karena secara kuantitatif telah membesar secara luar biasa. Pada tahun 1980-an, transaksi keuangan dunia hanya sekitar 300 juta dollar sehari, sekarang ini meningkat tajam menjadi 1 trilliun dollar sehari. Waktu bertransaksipun tidak memerlukan waktu yang lama, dalam hitungan per-detik, miliaran dollar dapat bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain di seluruh dunia. Perkembangan globalisasi tersebut tidak lepas dari revolusi teknologi komunikasi dan transportasi yang semakin kencang dan sangat memberi kontribusi yang positif terhadap perkembangan globalisasi. Jadi kata global disini mengandung arti lingkup yang kompak, terintegrasi dan menyatu, menggantikan ekonomi nasional maupun regional.

B. PEMBAHASAN

Globalisasi tidak hanya menyentuh ranah ekonomi suatu negara, tetapi juga mempengaruhi sistem sosial dan politik global. Karena globalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses universalisasi ideologi kapitalisme sekuler secara total. Hal ini berarti telah terjadi proses pengintegrasian secara sistematis dan paksa umat manusia berikut sendi- sendi kehidupannya ke dalam mainstream ideologi tunggal kapitalisme, sehingga manusia akan disatukan dalam satu karakter kehidupan yang sama. Penyatuan manusia tidak hanya pada lingkup teknologi dan perekonomian, tetapi juga pada sistem sosial budaya, politik, hukum- perundangan, bahkan sampai pada pola kepribadian dan karakter personal serta model pendidikan umat di seluruh dunia.

Proses dari globalisasi meliputi penyatuan umat manusia baik skala individu, masyarakat maupun negara dalam kapitalisme sehingga kita tidak bisa hanya memaknai globalisasi sebagai sekedar fenomena menyempitnya dunia menjadi global village ( sudut pandang teknologi ) saja, namun juga sebagai hegemoni ideologi untuk memaksa dunia menjadi kampung global yang memiliki aturan main kapitalis dan didiami oleh spesies manusia berideologi kapitalis. Akotr utama dari globalisasi adalah negara- negara kapitalis, terutama Amerika. Sedangkan aktor utama lain adalah PBB, WTO, IMF, World Bank dan TNC/ MNC. Negara berkembang hanya sebagai aktor pembantu yang menjadi pelayan aktor- aktor utama kapitalisme global, termasuk Indonesia.

Konsekuensi logis dari globalisasi adalah negara harus rela berbagi kedaulatan dan power dengan pihak swasta. Padahal negara dan swasta memiliki visi yang berbeda dalam pendirian dan aktivitasnya. Pemerintahpun diharuskan bisa memenangkan permainan pada level nasional dan internasional untuk melahirkan kebijakan[1]. Bahkan sering kali politik internasional lebih berpengaruh pada kebijakan pemerintah daripada politik domestik.

C. KESIMPULAN

Globalisasi merupakan penyebaran total ideologi kapitalis. Pengaruhnya sangat besar terhadap perkembangan ideologi- ideologi dan sistem sosial politik di negara- negara Selatan. Bila metode baku penyebaran ideologi kapitalis adalah penjajahan atau imperalisme, maka globalisasi adalah imperalisme dalam bentuk baru. Dapat dikatakan globalisasi adalah serangan hebat dan total untuk melumpuhkan seluruh bangsa di dunia agar menjadi sub-ordinasi atau bagian dari nilai- nilai kapitalisme ( merupakan bentuk mutakhir dari imperalisme ). Tujuan akhir dari globalisasi sebenarnya adalah mengeksploitasi manusia tanpa terhalang sekat- sekat negara, budaya, aturan dan juga nilai- nilai manusia.

[1] Two level games theory pertama kali dikemukakan oleh Robert Putman dimana seorang pemimpin harus bisa memenangkan permainan pada level internasioanal dan domestic melalui keputusan yang diambilnya.